Bab 105Sinar matahari sore mulai memancarkan pendar jingga di sepanjang jalanan di luar kampus. Isolde berjalan keluar melewati gerbang utama, menghela napas pelan dan berat. Tas punggungnya terasa agak berat, makin terasa membebankan karena gulungan kertas sketsa dari Azriel yang disimpannya dengan hati-hati di dalam tas agar tidak rusak. Setelah drama percekcokan antara Evander dan Azriel akibat persaingan mereka di kafetaria siang tadi, Isolde merasa benar-benar terkuras tenaganya.Namun, begitu mata abu-abunya menangkap pemandangan di pinggir jalan, dadanya mendadak berdebar.Satu unit sedan hitam mewah, tampil anggun dan sangat familier dalam ingatannya sejak malam itu, terparkir tenang di bawah pohon mahoni. Di samping pintu pengemudi, berdiri sosok tegap Lucien. Pria dewasa itu mengenakan kemeja abu-abu gelap dengan lengan digulung rapi hingga ke siku, memancarkan aura wibawa tenang yang bagaimanapun sangat mengintimidasi."Isolde," panggil Lucien pelan, suara baritonnya yang
Terakhir Diperbarui : 2026-09-05 Baca selengkapnya