100Suara bariton yang dingin, dalam, dan begitu sangat familiar itu tiba-tiba bergema dari sudut ruangan yang remang-remang di dekat jendela kamar. Isolde begitu terkejut hingga mi yang baru saja ia telan salah masuk saluran.Ia langsung terbatuk-batuk hebat, wajah gempalnya yang tadinya bersemu senang kini berubah merah semerah tomat matang. Ia menyeka sudut bibirnya dengan punggung tangan montoknya, berusaha menstabilkan napasnya yang tersengal-sengal.Berdiri di hadapannya, sosok pria jangkung berambut berantakan melangkah keluar dari bayangan di sudut kamar.Evander.Ia berdiri dengan tangan bersidekap di dada bidangnya, menatap Isolde dengan mata yang dipenuhi kilatan geli yang tidak bisa disembunyikan. Tidak ada amarah di wajahnya, melainkan hanya binar usil yang entah mengapa membuat Isolde merasa jauh lebih gugus ketimbang jika pria itu sedang murka.Evander berjalan santai mendekati tempat tidur. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, ia mengambil mangkuk mi dari tangan Isolde
Terakhir Diperbarui : 2026-08-20 Baca selengkapnya