79 Malam semakin larut, menyelimuti kediaman megah keluarga Blackthorne dalam kesunyian yang dingin. Angin malam berhembus lembut, menggoyangkan dedaunan di taman belakang. Di salah satu sudut taman yang remang-remang, Lucien duduk seorang diri di atas kursi kayu berukir rumit. Pria dewasa itu bersandar santai, menyilangkan satu kakinya di atas kaki yang lain, sementara jemarinya yang kekar memegang sebatang rokok yang menyala. Asap tipis membumbung ke atas, perlahan menyebar saat angin malam menyapunya, mencerminkan pikirannya yang kalut dan menyesakkan setelah apa yang terjadi di meja makan tadi.Di lantai atas, di balik pintu balkon kaca kamarnya yang terbuka separuh, Isolde berdiri membeku. Tubuhnya yang berisi terbalut piyama longgar, jemarinya menggenggam pembatas balkon begitu erat hingga buku-buku jarinya memucat. Matanya yang sembap menatap lurus ke bawah, mengunci sosok Lucien yang tampak begitu tenang di tengah kegelapan taman. Kerinduan, kemarahan, dan rasa sakit yang mend
Terakhir Diperbarui : 2026-08-03 Baca selengkapnya