Dibalik ketegangan itu Liora mencoba kuat, namun asistennya Rina mulai gelisah."Bu, tolong dengarkan saya sekali saja." Rina berdiri di sampingnya, wajahnya masih tampak cemas."Kita sudah menerima ancaman. Orang itu sudah masuk ke sini tanpa kita sadari. Bagaimana kalau dia masih ada di sekitar sini?""Kalau aku berhenti sekarang, itu sama saja aku mengaku kalah, Rina." Liora kembali menggoreskan pensilnya."Aku harus menyelesaikan semuanya.""Tapi Ibu, bahayanya nyata! Kita tidak tahu siapa itu dan apa yang sebenarnya dia rencanakan!""Biarkan dia, aku tidak boleh takut Rina." Liora menatap lurus ke depan. "Aku tidak akan berhenti.""Kalau Ibu memilih tetap di sini, saya juga tidak akan pergi. Saya tidak akan membiarkan Ibu sendirian."Mereka berdua kembali bekerja. Namun kali ini terasa jauh lebih berat dari sebelumnya. Seperti ada mata yang terus mengawasi dari kegelapan.Di seberang jalan, di dalam mobil yang terparkir agak tersembunyi, Damian duduk diam. Matanya terus menatap
Última actualización : 2026-08-31 Leer más