“LIORA! LIORA, KEMARI SEKARANG!” Jeritan histeris Mama Vivianne membelah kesunyian rumah yang seharusnya penuh persiapan gembira pagi itu. Suaranya melengking penuh kepanikan, membuat bulu kuduk siapa pun yang mendengarnya meremang. Liora yang sedang merapikan contoh kain di kamarnya seketika meloncat kaget. Tanpa berpikir dua kali, ia berlari secepat kilat menyusuri lorong menuju kamar kakaknya. Jantungnya berdegup kencang, rasa takut mulai merayap di dadanya saat melihat pintu kamar itu terbuka lebar. Sesampainya di sana, ia melihat Mama berdiri gemetar hebat di tengah ruangan yang seharusnya sudah siap dengan gaun pengantin. Wajah Mama pucat pasi, air mata mengalir deras, sementara tangannya meremas selembar kertas seolah itu adalah satu-satunya pegangan yang tersisa. “Ma? Apa yang terjadi? Kenapa Mama berteriak begitu?” Liora segera menghampiri, meraih bahu Mama lembut. “Tenanglah, Ma. Katakan padaku, apa yang salah?” “Dia… dia tidak ada di mana-mana, Liora.” Suara Mam
Last Updated : 2026-07-16 Read more