Damian melangkah ke depan, tangannya menggenggam gagang pintu. Bahunya tegak, tapi napasnya terlihat berat."Jangan mendekat, Liora. Tetap di belakangku.""Aku bukan anak kecil, Damian. Aku ingin melihat kakakku sendiri.""Lihat saja. Tapi biarkan aku yang berbicara duluan."Pintu terbuka perlahan. Di sana, berdiri wanita yang selama ini menghantui pikiran Liora. Clarissa. Senyumnya tipis, matanya tajam menatap Damian sebelum beralih ke Liora. Di sebelahnya, Arkan berdiri diam, wajahnya datar tanpa ekspresi."Selamat malam," ucap Clarissa tenang, melangkah masuk tanpa menunggu diundang. "Kalian berdua terlihat seolah baru saja membicarakanku.""Kenapa kau datang?" tanya Damian langsung, suaranya dingin dan tegas. "Dan kenapa bersamanya?""Pertanyaan yang bagus. Tapi sepertinya bukan aku yang harus menjelaskan dulu, bukan?" Clarissa meletakkan tas kecilnya di meja, lalu menatap Liora lekat-lekat. "Kau terlihat sehat, adikku. Senang melihatmu masih hidup di rumah yang penuh kebohong
Última actualización : 2026-09-12 Leer más