"Bisa bantu aku memilih gaun malam ini, Bi?"Pertanyaan Maya memutus keheningan ruang rias. Bi Sari menghentikan sapuan sisirnya di rambut sang majikan, memandang pantulan wajah Maya di cermin dengan sedikit keraguan."Nyonya mau ada acara ke luar?" tanya Bi Sari."Tidak, Bi. Aku cuma ingin berdandan untuk suamiku," jawab Maya diiringi kekehan ringan. Mata Maya mulai menatap lurus ke arah gantungan baju di lemari. Secara fisik, ia memang tampak masih seperti wanita buta yang menanti petunjuk. Kenyataannya, matanya dengan jelas menyapu jajaran gaun yang berwarna warni itu. Lalu, dia menunjuk gaun satin berwarna hijau zamrud dengan kerah rendah."Yang itu, Bi. Warna hijau zamrud," suruh Maya."Nyonya tahu dari mana warnanya hijau?" Bi Sari seketika melebarkan mata, tangannya menggantung di udara, lalu menatap seksama wanita yang kini terkekeh halus itu."Dulu sebelum kecelakaan, itu gaun kesayanganku, Bi. Aku masih mengingat bagaimana warna dan bentuknya, dan aku juga selalu membawanya
Last Updated : 2026-07-21 Read more