"Hei, pembersih! Apa yang sedang kau lamunkan?!"Sebuah bentakan keras memecah keheningan Puncak Belakang. Sebelum Saka sempat menoleh, sebuah tendangan kasar mendarat telak di pinggangnya, melempar tubuh kerempengnya ke atas tanah berdebu.Bruk!Saka meringis pelan, menyapu debu yang menempel di jubah abu-abunya yang kusam. Dia mendongak, menatap Rian—senior murid luar bertubuh kekar—yang berdiri bersedekap bersama dua pengikutnya."Maafkan saya, Senior Rian," ujar Saka datar, menundukkan kepalanya dalam-dalam."Maaf? Kau tahu jam berapa ini?!" Rian meludah ke samping, menatap Saka dengan pandangan jijik. "Tugasmu menyapu jalan setapak Gua Terlarang belum selesai. Jika Tetua Penegak Hukum melihat ada daun kering berserakan, aku yang akan kena semprot!""Saya akan menyelesaikannya sekarang juga, Senior," balas Saka pelan tanpa melawan."Bagus! Jangan kembali ke asrama sebelum tempat itu bersih sempurna!" gertak Rian sambil menunjuk muka Saka dengan ujung kakinya, lalu berbalik pergi b
Last Updated : 2026-07-17 Read more