Langkah kaki Saka menaiki tangga panggung batu bergema pelan di antara keheningan yang mencekam. Angin sore berhembus dingin, menerbangkan ujung jubah abu-abunya yang kusam. Di seberang panggung, Hendra berdiri tegak dengan jubah biru bersulam benang emas. Wajah pimpinan Faksi Pangeran Biru itu sangat kelam, dipenuhi oleh niat membunuh yang tak lagi ditutup-tutupi."Aku harus mengakui, Saka," Hendra membuka suara, nadanya berat dan sarat tekanan. "Aku meremehkanmu. Kau adalah serigala berbulu domba yang bersembunyi di balik sampah Puncak Belakang. Tapi akting konyolmu berhenti di sini."Hendra menarik pedang perak panjang dari sarungnya. Logam berkualitas tinggi itu berdenting nyaring, memancarkan aura Qi kebiruan yang padat dan tajam. Tekanan energi kultivator Ranah Pengumpulan Qi tingkat keenam meluap, membuat murid-murid di barisan terdepan penonton terpaksa melangkah mundur karena sesak.Saka tetap berdiri tenang, memegang pedang tuanya yang masih terbungkus kain kusam. "Senior He
Zuletzt aktualisiert : 2026-08-05 Mehr lesen