Matahari pagi baru saja memanjat pucuk-pucuk pohon pinus, menyisakan butiran embun yang berkilauan seperti berlian di atas daun-daun pakis. Hari kedua perkemahan resmi dimulai. Setelah instruksi singkat dari dosen pembimbing, suasana perkemahan yang tadinya riuh berubah menjadi desas-desus penuh antusiasme. Para mahasiswa dari departemen seni kini berpencar, membawa ransel yang berisi kanvas, kuas, dan cat akrilik, siap memburu objek lukis paling memikat di sepanjang lereng gunung."Aku punya firasat kalau di dekat air terjun nanti warnanya akan sangat magis, Kyla! Kamu harus lihat cahayanya kalau menembus dedaunan," celoteh Riana tanpa henti. Gadis itu berjalan dengan langkah riang di depan Kyla, sepatunya menginjak ranting-ranting kering hingga menimbulkan bunyi patahan yang ritmis. "Bayangkan saja, kontras antara air yang biru dengan lumut hijau di batunya. Bukankah itu alasan utama kita memilih masuk jurusan seni?"Kyla hanya tersenyum tipis, merespons dengan gumam
Last Updated : 2026-08-06 Read more