Matahari pagi di hari Selasa memancarkan sinarnya yang hangat, menembus dinding kaca apartemen mewah di pusat Jakarta dan memantulkan pendaran keperakan di atas meja makan marmer. Nadia sedang menyeduh teh melati hangat ketika bunyi bel pintu utama berdering, memecah keheningan apartemen yang biasanya sepi di jam-jam awal sebelum kantor dimulai.Arthur Valerius, yang baru saja selesai merapikan kemeja hitam kasualnya di dalam kamar tidur utama, melangkah keluar dengan dahi sedikit berkerut. Jalur akses perimeter keamanan apartemen pribadi mereka sangat ketat; tidak ada orang luar yang bisa naik ke lantai ini tanpa adanya konfirmasi darurat dari sistem resepsionis bawah.Namun, begitu Arthur membuka pintu jati besar tersebut, langkah kakinya langsung terhenti. Sosok pria tua berambut putih yang mengenakan setelan jas linen krem rapi sedang berdiri di sana dengan bantuan tongkat perak berkepala elang. Kakek Hendra Dirgantara berdiri di ambang pintu didampingi oleh Pak Jaya yang memegang
최신 업데이트 : 2026-09-22 더 보기