Sentuhan roda pesawat jet pribadi PK-AD1 di landasan pacu Bandara Internasional Lombok terasa sangat mulus, seolah menandakan awal dari pelarian yang tanpa hambatan. Ketika pintu hidrolik pesawat terbuka, embusan angin pesisir yang hangat, bersih, dan beraroma kebebasan langsung merangsek masuk, menggantikan udara kabin yang steril. Nadia melangkah turun terlebih dahulu, menghirup dalam-dalam udara segar itu sembari membenarkan letak kacamata hitam yang bertengger di hidung mancungnya. Topi jerami bertepi lebar yang dipakainya bergoyang pelan ditiup angin laut.Di sampingnya, Arthur melangkah dengan santai, membawa satu tas jinjing kecil milik mereka. Pria itu tampak sangat maskulin sekaligus rileks dalam balutan kemeja linen putih longgar dengan dua kancing atas terbuka, memperlihatkan dada bidangnya yang tegap, dipadukan dengan celana pendek kasual bermotif polos. Tidak ada pengawalan ketat dari tim keamanan internal pusat, tidak ada ajudan yang membawakan berkas, dan tidak ada mobi
Terakhir Diperbarui : 2026-09-13 Baca selengkapnya