Pintu jati raksasa ruang rapat utama di lantai teratas gedung Dirgantara Group tertutup rapat dengan bunyi klik hidrolik yang berat, mengunci seluruh riuh rendah dunia luar. Di dalam ruangan bersuhu dingin itu, tiga puluh orang pemegang saham mayoritas dari berbagai lembaga dana pensiun global dan konsorsium bank Eropa duduk mengelilingi meja oval raksasa. Keheningan yang tercipta begitu pekat, seolah selembar kertas yang jatuh pun akan terdengar seperti dentuman keras.Di ujung meja, Kakek Hendra duduk dengan anggun di kursi kebesaran, kedua tangan keriputnya bertumpu pada tongkat perak berkepala elang. Di sebelah kanannya, Arthur Dirgantara duduk tegap bagai patung es, memancarkan aura dominasi yang absolut. Nadia berada tepat di samping suaminya. Stelan blazer hitam arangnya tampak kontras dengan kilauan pin emas putih sayap elang di kerah kirinya. Di seberang mereka, duduk lima orang pengacara senior dari firma hukum Vanguard & Partners, dipimpin oleh seorang pria paruh baya berka
Terakhir Diperbarui : 2026-09-17 Baca selengkapnya