Mobil sedan hitam itu meluncur membelah jalanan kota yang padat. Di dalam kabin, kesunyian terasa begitu tebal dan menghimpit. Indikator pendingin udara berdesis halus, membusakan hawa dingin yang tak mampu meredakan gejolak di dada Nadia. Ia duduk kaku di kursi penumpang, jemarinya bertaut erat di atas pangkuan sambil sesekali melirik ke arah spion samping. Setiap kali ada kendaraan yang melaju terlalu dekat atau membuntut dari belakang, jantungnya melonjak panik.Di balik kemudi, Arthur tampak sangat tenang—sebuah ketenangan dingin yang justru terasa mengintimidasi. Pandangannya lurus mengawasi jalanan, sesekali matanya berpindah secara ritmis memperhatikan spion tengah dan samping dengan ketelitian yang terlatih. Tidak ada raut panik di wajahnya, hanya ada guratan tegang pada garis rahangnya yang mengeras."Kita tidak sedang diikuti," ujar Arthur tiba-tiba, memecah keheningan dengan suara rendahnya yang mantap. Ia tidak memalingkan wajah, namun ia tahu pasti apa yang sedang berkeca
Last Updated : 2026-08-18 Read more