Keheningan malam kian menebal seiring jarum jam yang merayap melewati angka sebelas. Di dalam kamar utama, bisingnya kota Jakarta seolah teredam sempurna. Hanya ada suara dengung halus dari pendingin ruangan yang berputar konstan. Arthur berbaring terlentang di bawah selimut tebal, menatap langit-langit kamar yang gelap. Efek obat penurun panas dan kelelahan fisik sempat membuatnya terlelap selama beberapa jam. Namun kini, di sepertiga malam yang sunyi, matanya mendadak terbuka, terjaga oleh pikiran-pikiran yang mendadak berkecamuk di kepalanya.Arthur menolehkan kepalanya ke samping kanan. Di sana, Nadia tidur dengan posisi menyamping menghadap ke arahnya. Wajah wanita itu tampak begitu damai dalam keheningan malam. Satu tangannya berada di bawah bantal, sementara tangan yang lain terulur santai di atas kasur, nyaris menyentuh lengan Arthur. Sinar bulan yang samar menembus celah gorden tipis, menerangi lekuk wajah Nadia, memberikan kesan magis yang membuat Arthur tidak bisa memalingk
Last Updated : 2026-09-03 Read more