"Putriku." Suaranya memang tidak keras, tapi cukup jelas membuat orang-orang di sekitar mereka seketika menghentikan percakapan dan menoleh serentak. Dalam sekejap, perhatian seluruh tamu di sudut ballroom beralih tertuju kepada Jefferson dan Violetta. Violetta memandang pria paruh baya di hadapannya tanpa sedikit pun mengubah ekspresi wajah. "Ayah." Suaranya terdengar datar. Tidak dingin menusuk, tapi sama sekali tidak mengandung kehangatan yang lazim terdengar dari seorang anak kepada ayahnya. Pria itu tersenyum puas. "Syukurlah kamu masih mengingat ayahmu. Ayah sempat khawatir, setelah menikah kamu melupakan keluarga." "Baru tiga hari sejak pernikahan kami," jawab Violetta tenang. "Aku rasa belum cukup lama untuk disebut melupakan." Beberapa tamu mulai saling berpandangan berbisik. "Benar juga, pernikahannya baru beberapa hari." Ayah Violetta terkekeh pelan. "Kamu memang sela
Last Updated : 2026-08-08 Read more