Dalam perjalanan menuju aula bagian dalam ECHELON, Ryan melambatkan langkahnya agar sejajar dengan Kirana. Lorong yang mereka lewati jauh lebih tenang dibandingkan ruang utama. Dentuman musik masih terdengar, tetapi sudah teredam oleh dinding tebal. Ryan melirik gadis di sampingnya. "Kirana, saat Reza memanggilmu tadi, kamu sadar dia punya niat buruk?" Kirana menunduk. Langkahnya menjadi sedikit lebih kecil. "Ta-tahu, Pak Ryan." Jawabannya sangat pelan, hampir tenggelam oleh suara musik dari kejauhan. Walaupun Kirana terbiasa menurut, bukan berarti ia tidak mampu membedakan niat baik dan buruk. Ia memahami tatapan Reza dan makna tersembunyi di balik kata-katanya. Ryan mengernyit. "Kalau tahu, kenapa kamu tetap berdiri dan mau menghampirinya?" Kirana meremas ujung lengan bajunya sendiri. "Sejak kecil, keluargaku selalu mengajariku untuk menjadi anak yang penurut." Ia berhenti sejenak sebelum melanjutkan. "Mereka bilang, kalau aku selalu menurut dan tidak membuat masalah,
Última actualización : 2026-07-29 Leer más