“Bibi... Anjani?” Begitu panggilan itu terucap, seluruh ruangan mendadak sunyi. Kirana melirik Ryan, lalu menatap Penguasa Kabut Kelabu yang masih diselimuti kabut tebal. Ia segera menyingkir ke samping, pura-pura sibuk memeriksa pola pada tongkat hitamnya. Penguasa Kabut Kelabu tidak langsung memberikan tanggapan. Kabut di sekelilingnya tetap bergerak perlahan, menutupi wajah dan bentuk tubuhnya. Baru setelah beberapa saat, terdengar helaan napas panjang dari dalam sana. “Baiklah.” Begitu satu kata itu jatuh, Ranah Kabut Kelabu langsung bergetar. Ruang luas tanpa batas tersebut perlahan buyar seperti asap yang diterpa angin. Ryan, Kirana, dan Penguasa Kabut Kelabu kembali ke ruangan mewah tempat mereka berada sebelumnya. Bersamaan dengan lenyapnya ranah pribadi itu, kabut yang selama ini menyembunyikan tubuh Penguasa Kabut Kelabu ikut memudar. Kirana diam-diam mengintip dari sudut matanya. Sesaat kemudian, ia terpaku dan lupa berkedip. Seorang wanita berdiri di tempat
Última actualización : 2026-07-31 Leer más