Ryan menyapu seluruh ruangan dengan tatapan tajam. Setiap siswa yang sempat bertemu pandang dengannya langsung menundukkan kepala. Tidak ada lagi yang tertawa, bahkan suara napas mereka terdengar lebih hati-hati dari biasanya. "Kalian mendukung anggapan bahwa usaha itu percuma, lalu mengejek siapa pun yang masih mau berjuang." Ryan berhenti sejenak. "Coba pikirkan baik-baik. Bukankah dengan melakukan itu, kalian sebenarnya sedang mengejek diri kalian sendiri?" Beberapa siswa mengangkat wajah, tetapi tidak ada yang berani membantah. "Kalian memilih lari begitu menemukan sedikit rintangan." Ryan menunjuk mereka satu per satu. "Kalian takut ternyata diri kalian bukan permata. Karena itu, kalian tidak berani menggosok diri dengan sungguh-sungguh dan melihat hasilnya." Ia menurunkan tangannya. "Namun, di sisi lain, kalian masih ingin percaya bahwa kalian punya bakat. Jadi, kalian berlindung dalam khayalan dan mencari alasan untuk tidak berusaha." Kata-katanya menghantam tanpa am
Dernière mise à jour : 2026-07-26 Read More