Adirama terdiam sejenak. Ia menatap layar ponselnya yang kini gelap, seolah tak ingin menjawab pertanyaan putrinya. Tatapan Varisha berubah tajam, penuh curiga. "Ayah, siapa yang menelepon? Jangan-jangan...""Varis, ini ... hanya rekan bisnis," ujar Adirama, berusaha terdengar tenang. Namun, getar kecil dalam suaranya tak luput dari perhatian Varisha."Ayah," ucap Varisha dengan nada serius. "Jangan mengelak lagi. Setelah semua yang terjadi, aku hanya minta Ayah jujur padaku." Ia menatap ayahnya dalam-dalam, mencari kepastian."Benar, Varisha, ini rekan bisnis Ayah,"kata Adirama meyakinkan. "Jujur aku tak lagi percaya setelah kejadin tadi malam, Ayah. Ingat Ayah udah janji,"kata Varisha."Ayah tidak bohong, Sayang," sahut Adirama cepat."Maaf, aku jadi sulit percaya apa itu dari perempuan? Jujur saja, Yah. Entah berapa banyak perempuan yang sudah Ayah kencani, apa Ayah tidak merasa was-was? Anak Ayah juga perempuan loh, kalau aku dimainin om-om ganjen bagaimana?" kata Varisha.Dia me
Last Updated : 2026-07-17 Read more