Varisha menatap sang Ayah serius. Adirama terlihat gugup dan gelagapan, "udah kok, masa sih belum," sahutnya makin salah tingkah. Varisha mencebik, ayahnya sudah salah kenapa masih mengelak? "Bi Sarti tidak mungkin bohong, kenapa sih Ayah sampai lalai begini?" Adirama tampak terlihat sedang berpikir keras mengingat. "Oh iya, astaga ... maaf, Ayah lupa. Ayah akhir-akhir ini sibuk, Sayang." Adirama menggaruk keningnya, sok merasa bersalah. Varisha mendengus, sibuk katanya? "Kalau Ayah sibuk dan keteteran atur keuangan, mulai sekarang aku akan bantu mengatur keuangan, aku udah gede Yah,"tawar Varisha. "Oh, jangan. Kamu fokus kuliah saja, ya," sahut Adirama cepat. Varisha menyeringai, jelas ayahnya tidak mengizinkan, sebelum berlalu Varisha kembali berkata, "cepat bayarkan gaji Bi Sarti, ingat kata ibu berikan hak pegawai kita sebelum keringat mereka kering." "Iya, Sayang." Adirama mengikuti Varisha setelah menyelesaikan pembayaran. "Maaf, Yah, tadi ada meeting, ja
Last Updated : 2026-07-26 Read more