"Jangan suruh masuk, Mbok. Mbok tinggal saja," kata Adirama dengan suara tegas, meskipun raut wajahnya jelas menunjukkan kegelisahan. Desha yang duduk di sampingnya tanpa sadar ikut memasang telinga. Ia tidak bermaksud menguping, tetapi percakapan itu terdengar cukup jelas dari sambungan telepon Adirama. Diam-diam, tangannya meraih ponsel. Ia segera mengetik pesan untuk Varisha agar gadis itu tidak kembali meneleponnya. [Varisha, aku baik-baik saja. Nanti aku telepon balik.] Pesan terkirim. "Tapi, Tuan... dia maksa," terdengar suara perempuan di seberang telepon. "Pokoknya jangan boleh masuk. Tutup saja pagarnya, lalu Mbok masuk ke dalam." Nada suara Adirama semakin tegas. "Baik, Tuan." Panggilan berakhir. Desha memilih bersikap seolah tidak mendengar apa pun. Pandangannya terus diarahkan ke luar jendela, memperhatikan deretan bangunan dan kendaraan yang mereka lewati. Namun, dari sudut matanya, ia bisa melihat Adirama mengembuskan napas panjang. Wajah pria itu tamp
Last Updated : 2026-08-18 Read more