Tablet hitam di tangan kepala keamanan itu bergetar pelan, memantulkan pendar cahaya biru pucat ke wajahnya yang pucat pasi. Suasana di dalam penthouse mendadak membeku. Bau tembakau impor yang melekat pada setelan jas Bima Prasetyo beradu tajam dengan aroma chanel no. 5 milik Nyonya Besar Arimbi Prasetyo yang kini menguar dipenuhi kecurigaan.Arimbi melangkah mendekat. Manik matanya yang tajam menatap lurus ke arah tablet, bersiap mencengkeram bukti apa pun yang bisa membenarkan prasangkanya—bahwa Bima, suaminya, telah bermain gila di belakangnya bersama Eva Almira, besan mereka sendiri.Namun, sebelum jemari Arimbi menyentuh layar digital itu, aku melangkah cepat memotong jalurnya. Rasa nyeri akibat hantaman di ulu hatiku tadi kupaksa abaikan. Aku menyambar tablet itu dari tangan kepala keamanan dengan satu gerakan tegas, lalu menguncinya ke dalam dekapan dadaku."Ibu, biarkan Demian yang periksa dulu," ujarku dengan suara rendah yang diatur sedatar mungkin, menatap langsung manik
Last Updated : 2026-10-11 Read more