Jantung Bima Prasetyo sempat berdetak lebih kencang sepersekian detik, namun lapisan pengalaman bertahun-tahun sebagai penguasa bisnis membuatnya langsung memasang topeng ketenangan sempurna. Garis wajahnya tetap datar, wibawanya sebagai kepala keluarga tidak goyah sedikit pun di hadapan pengawal kepercayaan putranya itu."Hanya mencari udara segar, Alfin," jawab Bima dengan suara bariton yang berat dan tenang, sementara tangannya merogoh saku jaket mengambil sebatang rokok kretek. "Udara di kamar terasa pengap, dan aku ingin menikmati malam sejenak sambil merokok. Lalu, apa yang sedang kau lakukan di koridor sunyi ini selarut ini ?"Alfin mengangguk hormat, berdiri tegak dengan postur militer yang tak bercacat. "Saya sedang berpatroli rutin memastikan keamanan area privat lantai ini, Tuan," sahut Alfin datar tanpa mengendurkan kewaspadaannya. "Apakah Tuan memerlukan sesuatu? Bisa saya ambilkan minuman hangat atau membawakan asbak ke kamar?""Tidak perlu. Terima kasih, Alfin. Lanju
آخر تحديث : 2026-09-06 اقرأ المزيد