Laju sedan hitam milik Dila memasuki area penthouse tempat tinggalnya menjelang subuh. Langit Jakarta masih menyisakan pekatnya malam ketika mobil itu berhenti sempurna di depan lobi. Aku menoleh ke arah Dila yang duduk di sampingku. Sisa-sisa kelelahan masih membayangi wajahnya, namun ada kelembutan asing yang terpancar saat ia meraih jemariku, memberikan ciuman singkat yang hangat di bibirku sebelum aku berpamitan."Sampai jumpa lagi , Demian," bisik Dila lembut, suaranya sarat akan rasa enggan untuk berpisah.Aku mengangguk, membalas tatapannya dengan senyuman tipis yang menenangkan, sebelum akhirnya melangkah keluar dari mobil. Dila bergeser untuk beralih ke kursi kemudi setelah aku turun.Begitu sedan itu melaju pergi menembus kabut pagi yang tipis, aku berjalan menjauh dari lampu lobi, menyusuri sudut trotoar yang sunyi dan gelap di kawasan Menteng.Di balik bayangan tembok tinggi sebuah gedung tua, aku berhenti. Tanganku merogoh saku, mengeluarkan ponsel terenkripsi, lalu men
Last Updated : 2026-08-21 Read more