Getaran singkat dari layar ponsel di atas nakas itu memancarkan cahaya merah yang memantul di dinding kamar kos. Dila, yang masih merengkuh pinggangku dengan kepala bersandar di dada, mengerjap pelan merasakan ketegangan mendadak yang merayap di otot-otot tubuhku."Jangan keluar. Tetap di sini," bisikku tegas, melepaskan pelukannya perlahan namun pasti.Alis Dila bertaut, manik matanya menatapku penuh selidik di tengah remang cahaya subuh. "Memangnya ada apa, Demian ? Kenapa kamu mendadak tegang begini ?""Di luar tidak aman," jawabku singkat, menyambar kemeja tipis dan melangkah cepat menuju sudut ruangan.Dila terdiam, kepatuhan sesaat menguasainya karena ia terlalu lelah untuk berdebat. Aku tidak menyia-nyiakan waktu. Dengan gerakan mengendap-endap tanpa suara, aku mendorong pintu balkon kamar di lantai dua yang menghadap langsung ke area taman belakang Almira Residence. Udara subuh yang dingin langsung menyergap kulitku, bercampur dengan aroma tanah basah dan sisa embun.Aku me
Huling Na-update : 2026-08-23 Magbasa pa