Aroma debu malam yang terbawa angin lembap menyelinap lewat celah ventilasi kamar kosku yang sempit. Selepas percakapan menegangkan dengan Alfin yang menduga bahwa sinyal ancaman berasal dari dalam Almira Residence, langkah kakiku segera membawaku keluar menuju lantai dasar untuk mencari kebenaran mutlak.Di sudut dapur belakang, Mbok Darminah tampak tengah sibuk membereskan sisa piring kotor sambil menyenandungkan tembang Jawa pelan. Aku melangkah mendekat, menyandarkan bahu pada bingkai pintu kayu bercat putih yang mulai mengelupas."Mbok, boleh saya tanya soal kemarin?" suaraku merendah, memecah kesunyian malam dapur.Mbok Darminah menoleh seketika, mengelap kedua tangannya yang basah pada serbet kain kotak-kotak. "Eh, Den Demian. Mau tanya soal apa, Den? Kok sepertinya serius banget.""Kemarin siang, apa ada kurir asing yang datang kemari mengantarkan paket atas nama saya?" tanyaku tajam, menatap lurus manik matanya.Wanita paruh baya itu mengangguk mantap tanpa ragu. "Oalah, iy
Last Updated : 2026-08-26 Read more