…Setiba di rumah, Jingga langsung mengeksekusi bab untuk tugas akhir miliknya. Ketika subuh bertandang, ia istirahat sejenak; mandi dan sholat subuh. Lanjut, pukul setengah enam, akhirnya draft itu rampung. Ia langsung mencetaknya. Tak lupa ia menitipkan ponsel suaminya pada Bibik Ina karena pasti Wira akan mengambilnya ke rumah saat ia berada di kampus. Diantar Pak budi, Jingga berangkat ke kampus. Setiba di kampus, dengan langkah tergesa-gesa, gadis berambut diikat asal itu langsung pergi menuju ruang dosen. Tok, tok, tok, Ia mengetuk pintunya dengan kencang. Namun, naasnya, tidak ada respon sama sekali. “Halo, Pagi, Pak Hadi! Ini Jingga!” Jingga bersuara beberapa kali selain mengetuk pintunya. Jingga sudah mondar mandir berjalan di depan ruangan kampus yang masih sepi itu. Ia diserbu rasa gelisah, memikirkan antara nasib skripsi dan suaminya sekarang. Ia duduk di sebuah bangku di depan ruangan itu, menunggu sang dosen datang dengan asumsi dia datang terlambat. Mungkin Pak
Última actualización : 2026-10-05 Leer más