Karena panik, Jingga hendak berbalik arah. Namun, semuanya sudah terlambat. Arjuna telah berdiri tepat di belakangnya.Niatnya untuk menghindar justru membuat tubuh Jingga kehilangan keseimbangan. Bobot ransel yang terlalu berat membuat tubuhnya terhuyung ke depan.“Aaaa!”Jingga menjerit sambil memeluk erat paperbag berisi kue yang sejak tadi dijaganya agar tidak rusak.Namun, anehnya, saat memejamkan mata, ia tidak merasakan tubuhnya membentur lantai.Rupanya, Arjuna bergerak cepat. Pria itu menarik ransel Jingga hingga tubuhnya tertahan, lalu merengkuh istrinya dari belakang.“Kamu ini, ya. Kenapa ceroboh sekali?” omel Arjuna.Ia segera melepaskan ransel berat itu dan melemparkannya ke lantai. Namun, lengannya masih melingkar di tubuh Jingga.Sementara itu, Jingga sama sekali tidak peduli dengan posisinya yang kini berada dalam pelukan Arjuna. Kedua tangannya justru sibuk melindungi paperbag berisi kue di dadanya.Ketika ia membuka mata, barulah Jingga sadar situasi ini. Ia gagal m
Terakhir Diperbarui : 2026-10-09 Baca selengkapnya