“Enggak, Mas.” Jingga mengibaskan tangannya. Ia melanjutkan acara makannya, menikmati dessert puding.Arjuna memilih diam, tidak menginterogasinya. Ia hanya mengetukkan jemari pipihnya di atas meja, menunggu Jingga siap berangkat ke kampus sebab ia ingin mengantarnya. Menyadari situasi yang kembali canggung, Jingga berdehem pelan. “Mas, sebetulnya aku sibuk banget tau, kemarin-kemarin. Bayangkan, Dosbing-ku, Pak Hadi minta aku kerok lukisan buat TA. Pokoknya terus aja revisi. Aku sampe frustrasi.”“Kenapa waktu di telepon, kamu bilang kuliahmu lancar?” sahut Arjuna menatapnya lurus. “Oh, anu, aku gak mau ngerepotin Mas sampe mikirin skripsiku.” Katanya terkekeh pelan. “Lagian, Mas juga punya urusan pekerjaan yang berat di Singapura.”Arjuna menegakkan tubuhnya, berniat memanaskan mobilnya. “Aku tunggu di depan.”Beberapa menit berlalu, sepasang suami istri sudah berada di area kendaraan beroda empat. Arjuna sudah duduk di balik kemudi dengan gagahnya, mengenakan kemeja santai dan c
Dernière mise à jour : 2026-09-30 Read More