"Pak Zacky, udah cukup! Lepasin... Jangan seperti ini lagi," cicit Thalia, napas memburu begitu bibir mereka akhirnya terpisah. Wajahnya terasa sangat panas, merona merah hingga ke leher. Ia meletakkan kedua telapak tangannya di dada bidang Zacky, berusaha sekuat tenaga mendorong tubuh tegap pria itu agar memberikan jarak. Namun Zacky hanya bergeming, pria itu justru sengaja menahan posisinya selama beberapa detik, menikmati helaan nafas Thalia yang berantakan dan raut wajah gadis itu yang tampak menggemaskan karena panik. "Kenapa? Kamu sendiri yang membalas ciuman saya tadi, Thalia," bisik Zacky dengan suara rendahnya yang serak. Ibu jarinya terulur, mengusap sudut bibir Thalia yang basah. "I-itu karena Pak Zacky yang memaksa!" protes Thalia cepat, matanya bergerak liar menghindari tatapan intens sang bos. "Bapak tadi bilang mau memberi contoh... Saya cuma... Saya cuma refleks!" cicit Thalia panik. "Refleks yang sangat bagus," tanggap Zacky datar, namun ada kilat kepuasa
Última actualización : 2026-07-29 Leer más