‘Malam nanti di apartemen, kamu harus siap menerima yang sebenarnya.’ Kalimat Zacky yang berbisik serak di telinganya, seperti sengatan listrik yang langsung menyetrum kesadarannya.."P-Pak Zacky... Saya.. Saya nggak mau!" cicit Thalia panik.Napasnya masih memburu, dadanya naik turun tak beraturan. Dengan sisa-sisa tenaga yang dimilikinya, kedua tangan kecil Thalia berusaha keras mendorong dada bidang Zacky. Namun, tubuh di depannya hanya bergeming, tetap berdiri kokoh.."Lepasin, Pak... Jangan seperti ini!" protes Thalia dengan suara gemetar, berusaha menarik rok kerjanya yang masih terangkat di atas paha mulusnya.Manik mata Zacky yang gelap menatap ke dalam manik mata Thalia yang berembun, menikmati raut wajah asistennya yang memerah padam, sisa gelombang kenikmatan yang baru saja pria itu berikan.Namun, sebelum Zacky sempat mendaratkan kembali ciuman panasnya, suara dering ponsel yang sangat nyaring tiba-ti
Last Updated : 2026-07-31 Read more