"Z-Zacky... Kamu beneran lakukan itu untuk aku?" tanya Thalia memastikan, dadanya berdesir hangat. "Saya tidak pernah main-main dengan apa yang menjadi milik saya, Nathalia," jawab Zacky jujur. Pria itu merengkuh pinggang Thalia lebih rapat, menempelkan dahinya pada dahi Thalia. "Sekarang, hapus air matamu. Saya tidak suka melihat kamu menangisi pria tidak berguna seperti dia." Thalia mengangguk pelan, mengusap sisa air mata di pipinya seraya menyunggingkan senyuman tipis yang tulus. Rasa cemas, takut, dan beban berat yang menghimpit dadanya sejak siang tadi seolah menghilang detik itu juga, digantikan rasa aman yang tak ternilai dalam dekapan Zacky. "Terima kasih... Terima kasih banyak, Zacky," gumam Thalia lembut. Zacky menatap bibir ranum Thalia yang sedikit bergetar. "Terima kasih saja tidak cukup, Thalia." "Eh? L-lalu... Aku harus apa?" cicit Thalia k
Last Updated : 2026-08-03 Read more