“Sya, minum dulu.” Teman Nasya menyodorkan segelas air putih pada Nasya. Buru-buru Nasya menerima gelas tersebut, kemudian meminumnya. Perlahan rasa sakit di tenggorokannya menghilang. “Sya, kamu tersedak karena dengar ucapanku?” tanya teman yang tadi bicara dan membuat Nasya tersedak. Nasya langsung tersenyum menutupi kenyataan jika yang dikatakan memang benar. “Tidak, aku memakan cabai di sayur ini. Jadi tersedak.” Ia menunjuk ke arah piringnya. “Jadi tidak ada hubungan dengan ucapanmu.” “Aku kira.” Teman Nasya itu langsung tertawa. Untuk menutupi kebohongannya, Nasya pun juga ikut tersenyum.“Sya, tapi apa benar Pak Axel punya pacar?” Salah satu teman yang lain menatap Nasya. Mendapati pertanyaan itu Nasya sedikit bingung. Tetapi, ia berusaha untuk tetap tenang. “Aku tidak tahu,” jawabnya. “Masak kamu sekretarisnya tidak tahu. Mungkin saja waktu kamu diajak pergi Pak Axel, diajak bertemu pacarnya atau saat ponsel Pak Axel tidak bisa dihubungi, pacarnya telepon ke kantor.” Te
Última actualización : 2026-08-30 Leer más