Saat berangkat ke kantor, Nasya terus memikirkan ucapan Axel kalau ternyata semalam pria itu tidur di kamarnya semalam. “Kenapa aku tidak merasakan dia di sebelahku?”Nasya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Merasa tidak percaya jika Axel di kamarnya. Namun, mengingat jika ia sering terlalu terlelap saat tidur, jadi sepertinya memang tampaknya ia tidak sadar Axel di kamarnya. “Kalau Pak Axel di kamarku, pasti semalam tidak ada pembatas.” Seketika mata Nasya membulat membayangkan jika ia tidur tanpa pembatas dengan Axel. “Semoga saja aku tidak berulah mendekat semalam.” Nasya mengembuskan napasnya perlahan untuk menenangkannya. Tanpa Nasya sadari semalam ia mendekat ke arah Axel, dan membuat pria itu panas-dingin berada dekat dengannya. Perjalanan ke kantor, kali ini berjalan dengan lancar. Sesampainya di kantor, ia menyiapkan rapat hari ini dengan Axel. Pagi ini, wajah Axel tampak cerah. Artinya semalam pria itu memang benar-benar tidur. Jika ia kurang tidur, pasti pagi ini
Última actualización : 2026-09-18 Leer más