“Jam berapa sekarang?” Nasya meraih ponsel yang ditaruh di atas nakas, kemudian membuka layar ponselnya. “Jam tujuh,” ucapnya setengah mengantuk. Ia kembali memejamkan matanya. Namun, sesaat kemudian ia menyadari sesuatu. “Jam tujuh.” Matanya seketika langsung membulat ketika menyadari jika ia terlambat bangun. “Jam tujuh.” Nasya langsung bangit dari posisi tidurnya, berganti dengan posisi duduk. Wajahnya tampak panik menyadari jika ia terlambat bangun. Pandangan Nasya beralih pada Axel yang masih tertidur pulas. Pria itu sepertinya tidak menyadari jika sekarang sudah siang. “Pak Axel.” Ia menggoyang-goyangkan tubuh Axel. “Pak, bangun,” ucapnya. Merasakan tubuhnya digoyang-goyangkan, Axel membuka matanya perlahan. Ia menatap Nasya di depannya. “Ada apa?” tanyanya polos. “Pak, ini sudah jam tujuh.” Nasya turun dari tempat tidur dengan panik. “Lalu kenapa jika jam tujuh?” Axel memejamkan kembali matanya, sambil menarik selimut. “Pak Axel, jangan tidur lagi. Ayo bangun. Kita suda
Last Updated : 2026-09-09 Read more