"Rio, mau apa kamu?" teriak Karin."Aku cuma mau ngobrol. Kenapa kamu tidak boleh? Dulu aku biasa datang ke tempat ini sesuka hati, Karin," jawab Rio tanpa rasa bersalah."Silakan keluar! Aku tidak menerima tamu," ucap Karin.Tapi Rio tidak bergeming. Ia malah menatap Karin lekat. Kebetulan saat itu Karin belum berganti pakaian, ia masih mengenakan kaos dan jeans."Jangan jual mahal, Karin. Kamu sudah diapakan oleh Pak Gavin?""Rio, cepat keluar! Kalau tidak, aku akan berteriak!" ucap Karin dengan suara gemetar.Tentu saja Karin sangat ketakutan. Penyesalan paling dalamnya adalah ia membuka pintu tanpa memastikan siapa orang yang berada di luar sana."Ayo, Karin, layani aku sekali saja kalau kamu tidak mau kembali padaku," ucap Rio yang kemudian mendorong tubuh Karin ke kamar."Rio!" teriak Karin.Karin memberontak, namun tenaganya tidak cukup kuat dibandingkan dengan tenaga Rio. Lelaki itu melemparkan tubuh Karin ke atas kasur, kemudian dengan kasar ia memaksa mencium Karin."Via ber
Last Updated : 2026-08-26 Read more