“Kerjasama yang sangat baik,” ucap Karin.Ia menggelengkan kepalanya, tidak menyangka kalau Gavin sampai segitunya. Dan untungnya tidak ada hal yang aneh yang mereka bicarakan di kantin tadi.Tidak terbayang kalau ada pembicaraan yang terlalu rahasia, dimana ia akan menaruh mukanya saking malunya?Tapi, tiba-tiba Karin teringat dengan apa yang sempat mereka bicarakan. Ia sempat mengatakan, ia mau menerima Gavin, hanya saja beberapa hal yang rasanya mustahil. Seketika wajah Karin memerah malu, dan ia berharap kalau di bagian itu Gavin tidak mendengar dengan baik.“Jadi, dia siapa?” tanya Gavin.“Dimas, anak purchasing.”“Tujuannya mengajak kamu nonton itu apa?”Karin mengedikkan bahunya. “Aku tidak tahu, dan yang pasti aku sudah menolaknya. Kamu mendengar sendiri, kan?”“Hmmm.”“Jadi, kamu memanggil aku kesini hanya untuk memastikan itu?” tanya Karin menyelidik.“Iya.”Karin tersenyum. “Ada-ada saja.”“Ya, karena aku mencintai kamu.”Karin tidak menjawab, ia hanya menganggukkan kepalan
Última atualização : 2026-09-08 Ler mais