Langkah Wang Yue terhenti. Dia berbalik perlahan dan menatap Tuoba Yuan yang masih berdiri di tengah Kemah Tahanan. Tatapannya tenang, tetapi sulit ditebak.“Menyerah secepat ini?” tanya Wang Yue.Tuoba Yuan menggertakkan gigi. Dia tahu dirinya tidak memiliki banyak pilihan.Wang Yue mengalihkan pandangan.“Han Lie, berikan Putra Mahkota kertas, tinta dan kuas.”Han Lie sedikit terkejut, tetapi tetap melaksanakan perintah. “Baik, Panglima.”Tidak lama kemudian, sebuah meja kecil, kertas, dan perlengkapan menulis diletakkan di depan Tuoba Yuan.Wang Yue berkata pada Tuoba Yuan, “Duduk. Gambarkan peta kota terluar Kerajaan Beiyuan. Lalu, gambarkan denah istana kekaisaran secara rinci.”Tuoba Yuan langsung mengangkat kepala.“Untuk apa?”Wang Yue tersenyum tipis. “Bukan urusanmu.”“Tapi—”Wang Yue segera memotong kalimat Tuoba Yuan, “Kalau ingin mendapatkan penawar Racun Alam Baka bulan depan, lakukan saja perintahku.”Wajah Tuoba Yuan langsung menggelap. Pada akhirnya, dia hanya bisa t
Terakhir Diperbarui : 2026-07-31 Baca selengkapnya