“Lalu, bagaimana denganmu? Apa rencana Tabib selanjutnya?” tanya Qiu Zhenlan.“Kepala Desa tenang saja. Aku dan anakmu sudah punya rencana,” balas Wang Yue. Bertepatan dengan itu, Qiu Yanxu berlarian menghampiri Wang Yue dan ayahnya. “Tabib! Gawat, Tabib!” teriak Qiu Yanxu. Meskipun melihat wajah panik Qiu Yanxu, Wang Yue masih saja bersikap tenang seperti biasanya. “Bocah sialan! Membuatku kaget saja,” keluh Qiu Zhenlan, tidak senang. Qiu Yanxu berdiri di antara ayahnya dan Wang Yue. Matanya tertuju pada Wang Yue. “Ayah, Tabib. Ini gawat,” kata Qiu Yanxu, panik. Qiu Zhenlan menempeleng kepala anaknya. “Tarik napas. Lalu, bicaralah yang jelas!”Setelah deru napas Qiu Yanxu kembali stabil, dia membuka mulutnya. Qiu Yanxu berujar, “Tabib, setelah semua pasien minum ramuan obat darimu, bukannya sembuh, mereka malah mengeluh sakit perut.”“Mustahil!” Pekik Qiu Zhenlan. “Ini sangat mustahil!”Setelah berbincang panjang lebar dengan Wang Yue seharian, mana mungkin Qiu Zhenlan tidak
Last Updated : 2026-09-09 Read more