Tembok pembatas dingin yang didirikan Cassandra dari hari ke hari terasa semakin tebal, tinggi, dan tak tertembus. Setiap laporan kerja, dokumen revisi, hingga koordinasi teknis yang biasanya mereka diskusikan secara langsung kini seluruhnya dialihkan melalui perantara sekretaris atau surat elektronik resmi.Ditambah lagi dengan rumor mengenai kehadiran Bima—pria berlatar belakang politisi sukses yang gencar mengirimkan buket mawar merah segar setiap minggu ke meja kerja Cassandra—perlahan-lahan menghancurkan fokus, ketenangan, dan pertahanan diri Mario.Rasa cemburu, penyesalan yang terlambat, serta amarah pada dirinya sendiri berpilin menjadi satu ledakan emosi yang menyiksa. Untuk mengalihkan rasa frustrasi dan kesedihan mendalam yang terus menggerogoti jiwanya, Mario memilih melampiaskan seluruh energinya pada pekerjaan di lapangan secara ekstrem.
Last Updated : 2026-08-07 Read more