Mario melirik dengan tatapan dingin nan mematikan ke arah layar ponsel yang terus bergetar nyaring di atas meja, lalu perlahan mengalihkan pandangan matanya pada Cassie yang seketika berubah kaku."Ada panggilan telepon masuk dari Bima," ujar Mario dengan intonasi suara yang berubah kaku, datar, dan sedingin es. "Kamu mau aku yang angkat untuk memberi pria itu pelajaran, atau bagaimana, Cass?"Cassandra membuang pandangannya ke samping, menggelengkan kepalanya secara tegas dengan raut wajah yang menyiratkan rasa muak, kecewa, dan trauma yang amat mendalam. "Gak usah, Mar. Aku tidak mau bicara, mendengar alasan, atau mendengarkan suara siapa pun saat ini. Aku benar-benar tidak sudi dengar suara dia lagi.""Baik, aku mengerti," sahut Mario singkat. Tanpa ragu sedikit pun, ia mengambil ponsel Cassie, mengusap layarnya, dan mematikan daya perangkat tersebut sec
Last Updated : 2026-08-26 Read more