Langkah kaki Cassandra mengetuk permukaan lantai marmer mal yang lengang dengan tempo cepat dan tidak beraturan. Emosi yang berkecamuk di dalam dadanya membuat kedua tangannya terkepal erat di sisi tubuhnya. Ia hanya ingin segera sampai di area parkir, masuk ke dalam mobilnya, dan mengunci pintu rapat-rapat demi mengisolasi diri dari rasa hangat terlarang yang sempat menelusup ke hatinya.Namun, derap langkah kaki yang lebih panjang dan terburu-buru terdengar kian mendekat dari arah belakang."Cass! Cassandra, tunggu!"Suara bariton Mario bergema memantul di sepanjang koridor mal yang sudah mulai mematikan sebagian lampu utamanya. Cassandra sengaja membuang muka dan makin mempercepat langkahnya, menolak untuk menoleh. Namun, Mario bukanlah pria yang mudah menyerah. Dengan beberapa langkah lebar, pria tegap itu berhasil menyusul, memotong jalan, dan langsung ber
Last Updated : 2026-08-17 Read more