"Keira. Bangun, Sayang," panggil Arsen dengan suara tegang.Pria itu berlutut di lantai semen yang dingin, menopang kepala dan punggung Keira yang baru saja ambruk. "Tuan Arsen," panggil Zayn, melangkah mendekat dengan sigap.Arsen merengkuh tubuh Keira ke dalam dekapannya, menyusupkan tangannya ke bawah lipatan lutut sang istri lalu membawanya berdiri dalam satu gerakan mantap."Lepaskan mereka berdua," perintah Arsen dengan nada suara rendah yang sangat menusuk. "Lakukan persis seperti yang diinginkan istriku."Zayn sempat tertegun sejenak. "Anda yakin mau melepaskan mereka begitu saja, Tuan?""Aku belum selesai bicara, Zayn," sela Arsen, menatap Zayn dengan kilatan mata yang membuat siapa pun merinding. "Sebelum kalian melempar mereka keluar dari tempat ini, hajar mereka sampai pingsan. Setelah itu, buang tubuh mereka berdua di tepi jalan besar kota. Biarkan semua orang melihat kondisi mengenaskan dua ekor tikus ini.""Baik, Tuan," sahut Zayn sambil membungkuk patuh.Leon yang ma
Last Updated : 2026-08-07 Read more