"Aku akan membuatmu tidak sanggup berdiri sepanjang malam ini, Keira."Bisikan serak Arsen tepat di samping telinga Keira menjadi satu-satunya peringatan sebelum pria itu meraup bibir istrinya. Tidak ada tempo lambat atau pergerakan ragu. Pakaian yang membatasi kulit mereka dilucuti dengan cepat, menyisakan dua tubuh yang saling menempel erat di atas sprei satin yang dingin.Arsen menyusup ke antara kedua paha Keira, mengunci pinggul wanita itu dengan cengkeraman tangannya yang kuat. Dalam satu sentakan mantap, Arsen menyatukan tubuh mereka secara penuh.Keira membelalak kecil, menahan napas saat sensasi padat dan panas menginvasi seluruh kesadarannya."Arsen," desah Keira pelan, tangannya bergerak cepat mencengkeram bahu tegap suaminya."Tatap aku, Keira," tuntut Arsen dengan suara yang makin bergetar berat. Pria itu mulai memompa tubuh Keira dalam ritme yang konstan, menanamkan keberadaannya tanpa memberi jeda sedikit pun. "Jangan pejamkan matamu."Keira mengangguk pasrah, matanya
Last Updated : 2026-08-03 Read more