Beberapa hari berlalu dengan sangat cepat, hingga malam yang ditunggu-tunggu itu akhirnya tiba. Grand Ballroom Alastair Hotel disulap menjadi ruang megah nan mewah berhiaskan lampu gantung kristal yang memancarkan cahaya keemasan. Alunan musik klasik bertekanan rendah mengalir lembut, menyambut kedatangan para tamu undangan yang terdiri dari jajaran pejabat tinggi, pengusaha kawakan, hingga jajaran elit kota.Di antara kerumunan tamu yang tampil anggun berbusana formal, kedatangan Sinta, Bram, dan Melia cukup menarik perhatian. Melia melangkah penuh percaya diri mengenakan gaun berwarna merah menyala dengan potongan leher rendah serta junjungan kain yang menjuntai heboh ke lantai. "Melia, jangan berjalan terlalu cepat," bisik Sinta sambil merapikan selendangnya. "Ingat, di sini banyak pengusaha besar teman bisnis Arsen. Kita harus menjaga sikap."Bram mengangguk setuju, membetulkan letak jasnya. "Ibumu benar, Melia. Jangan membuat masalah."Melia mengibaskan tangannya dengan wajah
Terakhir Diperbarui : 2026-08-13 Baca selengkapnya