Dentang sendok teh porselen yang beradu dengan cangkir terdengar begitu halus di sudut kafe terbuka area Mayfair. Keira menyandarkan punggungnya pada kursi kayu bergaya klasik, menikmati hembusan angin sore kota London yang sejuk. Di hadapannya, tertata rapi talam tiga tingkat berisi scones, selai stroberi, dan aneka kue kecil."Permisi, Miss. Apakah kursi di seberangmu ini kosong?"Sebuah suara beraksen British yang kental dan hangat menyapa pendengaran Keira. Pria itu bertubuh jangkung, mengenakan mantel cokelat berpotongan rapi dengan rahang tegas dan senyum ramah yang menawan.Keira mendongak, menatap pria itu sejenak sebelum menyunggingkan senyum tipis. "Ya, kosong. Silakan duduk jika kau mau.""Terima kasih banyak," ujar pria itu seraya menarik kursi dan duduk dengan sopan. "Aku Max. Senang bertemu denganmu di sore yang indah ini.""Aku Keira," balas Keira singkat, lalu menyesap teh hangatnya.Max mengamati wajah Keira selama beberapa detik dengan binar mata terkagum-kagum. "Ke
Terakhir Diperbarui : 2026-08-16 Baca selengkapnya