Tepat pada saat itu…Sambungan video tiba-tiba terputus.Aku menatap diriku sendiri di layar, rasanya sulit dipercaya.Untuk sesaat, aku bahkan mengira semua yang baru saja terjadi hanyalah halusinasi.Bagaimanapun…Aku dan Mika adalah teman masa kecil.Kami tumbuh bersama.Sejak kecil, kami sudah berjanji akan masuk Universitas Kahyangan bersama.Saat pikiranku masih tenggelam dalam lamunan, tiba-tiba Mika menepuk bahuku dari belakang.“Eh, Raf.”“Besok ujian masuk, masa kamu nggak belajar, malah bengong sendirian di sini?”“Kalau nanti gagal masuk Universitas Kahyangan, jangan diam-diam nangis di balik selimut tengah malam, loh.”“Siapa juga yang nangis!” balasku sambil mendongak.Sulit dipercaya.Gadis polos dan ceria yang ada di hadapanku ini…Adalah sosok yang disebut oleh diriku sepuluh tahun kemudian.Gadis yang kelak akan berselingkuh dengan sahabatku sendiri.Pada akhirnya aku hanya menertawakan diriku sendiri dalam hati.Belum juga masuk ruang ujian, pikiranku sudah kacau kar
Read more