Share

Ketika Cinta Tinggal Kenangan
Ketika Cinta Tinggal Kenangan
Author: Feli

Bab 1

Author: Feli
Tepat pada saat itu…

Sambungan video tiba-tiba terputus.

Aku menatap diriku sendiri di layar, rasanya sulit dipercaya.

Untuk sesaat, aku bahkan mengira semua yang baru saja terjadi hanyalah halusinasi.

Bagaimanapun…

Aku dan Mika adalah teman masa kecil.

Kami tumbuh bersama.

Sejak kecil, kami sudah berjanji akan masuk Universitas Kahyangan bersama.

Saat pikiranku masih tenggelam dalam lamunan, tiba-tiba Mika menepuk bahuku dari belakang.

“Eh, Raf.”

“Besok ujian masuk, masa kamu nggak belajar, malah bengong sendirian di sini?”

“Kalau nanti gagal masuk Universitas Kahyangan, jangan diam-diam nangis di balik selimut tengah malam, loh.”

“Siapa juga yang nangis!” balasku sambil mendongak.

Sulit dipercaya.

Gadis polos dan ceria yang ada di hadapanku ini…

Adalah sosok yang disebut oleh diriku sepuluh tahun kemudian.

Gadis yang kelak akan berselingkuh dengan sahabatku sendiri.

Pada akhirnya aku hanya menertawakan diriku sendiri dalam hati.

Belum juga masuk ruang ujian, pikiranku sudah kacau karena terlalu gugup.

Namun, baru saja aku kembali ke kelas dan duduk di bangkuku, Mika tiba-tiba meletakkan sebuah kotak alat tulis di atas meja.

“Aku tahu kamu orangnya ceroboh. Pasti belum siapkan perlengkapan ujian, ‘kan? Nih, semuanya sudah kusiapkan.”

“Masukkan kartu peserta ujianmu ke dalam sini. Besok tinggal langsung dibawa ke ruang ujian.”

“Kali ini aku juga menyiapkan satu buat Adam. Kamu nggak boleh lagi membagi barang yang kuberikan kepadamu!”

Sambil berkata begitu, dia meletakkan sebuah kotak lain yang bentuknya sama persis di meja sebelah.

Senyum di wajahnya tiba-tiba membeku.

Mika menatapku dengan bingung.

“Kamu kenapa, Raf? Kok lihat aku seperti itu?”

Aku menggeleng.

Memaksakan diriku tetap tenang.

Begitu Mika pergi, aku langsung mengambil salah satu pena dari dalam kotak itu.

Aku menuliskan beberapa kata.

Dua jam kemudian…

Tulisan itu menghilang tanpa meninggalkan jejak sedikit pun.

Aku mengambil pena yang lain.

Hasilnya…

Tetap sama.

Tak pernah terlintas dalam benakku...

Mika benar-benar memberiku dua pena bertinta menghilang.

Kalau begitu...

Semua yang dikatakan oleh diriku sepuluh tahun kemudian…

Adalah kenyataan.

Aku menoleh ke arah bangku Mika dan Adam yang sedang kosong.

Dengan cepat, aku menukar pena bertinta menghilang milikku dengan pena yang ada di dalam kotak mereka.

Benar saja.

Pena yang disiapkan Mika untuk dirinya sendiri dan Adam adalah pena biasa.

Tubuhku gemetar karena marah.

Rasanya ingin sekali melemparkan pena itu tepat ke wajahnya.

Lalu bertanya…

Kenapa dia tega menghancurkan hidupku seperti ini.

Dengan susah payah, aku berhasil menekan amarah yang bergolak di dalam dada.

Keesokan harinya.

Sebelum memasuki ruang ujian, Mika sengaja memeriksa kotak alat tulis yang kubawa.

“Kita pakai pena yang sama. Pasti kita bisa masuk Universitas Kahyangan bersama!”

Aku tersenyum.

Namun senyum itu tak sampai ke mataku.

Aku sengaja bertanya balik.

“Oh ya? Kamu juga kasih pena yang sama ke Adam, ‘kan? Kalau begitu… kamu juga ingin masuk universitas yang sama dengannya?”

Mika terdiam sesaat.

Lalu memukul lenganku pelan.

“Itu juga gara-gara kamu. Apa pun yang kukasih, pasti kamu bagi juga buat dia.”

Adam memang selalu merasa Mika tak pantas bersamaku.

Sebaliknya…

Mika juga menganggap Adam akan membawa pengaruh buruk bagiku.

Keduanya sudah lama saling tak menyukai.

Setiap kali bertemu, mereka pasti saling menyindir.

Aku yang selalu harus menjadi penengah.

Karena itulah…

Tak pernah sekalipun aku meragukan kesetiaan mereka.

Namun, pada akhirnya…

Justru dua orang yang paling kupercaya sepenuh hati itulah...

Yang mengkhianatiku bersama-sama.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Ketika Cinta Tinggal Kenangan   Bab 10

    Untungnya, Mika berhasil diselamatkan.Sayangnya, pada tahun itu nilai ambang penerimaan Universitas Kahyangan tiba-tiba meningkat.Pada akhirnya, dia tetap gagal diterima karena selisih dua poin.Mika pun melanjutkan kuliahnya di salah satu universitas ternama di wilayah selatan.…Tahun ketiga kuliah, aku pulang ke rumah bersama pacarku.Saat itu, Mika sedang bersiap pindah rumah.Tatapannya jatuh pada tangan kami yang saling menggenggam.Dia terdiam beberapa saat.Lalu bertanya dengan tenang.“Pacarmu, Rafael?”Aku mengangguk.Tak ada keinginan sedikit pun untuk berbincang lebih lama dengannya.Saat aku mengajak Lisa melihat dinding kamarku yang dipenuhi foto-foto masa kecil, pandangannya tiba-tiba tertuju pada sebuah keranjang gantung kecil yang tergantung di luar jendela.“Oh… jadi kamu bisa berkomunikasi pakai ini sama tetangga atasmu? Menarik juga.”Aku membuka jendela.Barulah kusadari, di dalam keranjang itu terdapat tujuh belas lembar foto.Semua foto dicetak rangkap dua.Nam

  • Ketika Cinta Tinggal Kenangan   Bab 9

    Aku bertemu Mika lagi saat liburan musim panas setelah tahun pertama kuliahku.Hari itu, aku sedang mengangkat semangka dan menaiki tangga menuju apartemen.Kebetulan, dia turun untuk membuang sampah.Mungkin karena setahun menjalani kehidupan sebagai siswa yang mengulang ujian benar-benar menguras tenaga dan pikirannya, wajahnya tampak jauh lebih kuyu dibandingkan sebelumnya.Namun, sorot matanya justru terlihat begitu hidup.“Raf…”Aku langsung mengernyit dan memotong ucapannya.“Jangan sok akrab memanggilku begitu. Nanti orang-orang bisa salah paham.”Dia menggigit bibirnya, lalu segera mengoreksi sapaannya.“Rafael.”“Mentorku bilang kemungkinan besar aku akan diterima di Universitas Kahyangan. Di hari pertama kuliah nanti... kamu bisa jemput aku di gerbang kampus?”“Di sana, cuma kamu satu-satunya orang yang kukenal.”“Selain itu... aku juga mau foto bersamamu untuk terakhir kalinya.”Aku terdiam sejenak.Sejak kecil kami tinggal bertetangga.Hubungan kami juga selalu akrab.Karen

  • Ketika Cinta Tinggal Kenangan   Bab 8

    “Rafael… teman SMA-mu datang mencarimu.”Universitas Kahyangan adalah kampus yang paling akhir memulai perkuliahan.Selain beberapa siswa yang memilih mengulang ujian masuk perguruan tinggi, hampir semua teman sekelasku sudah berangkat ke kampus masing-masing.Siapa lagi yang datang mencariku di saat seperti ini?Dengan heran, aku membuka pintu.Begitu pintu terbuka, pandanganku langsung bertemu dengan Adam.Dia meraih lengan bajuku, lalu berlutut di hadapanku.“Raf… kumohon, bantu aku!”“Aku sudah gagal di ujian masuk perguruan tinggi. Ayah sama ibuku sudah nggak mau kasih biaya untuk mengulang ujian tahun depan.”“Aku mohon, pinjami aku sedikit uang. Kamu tahu kemampuanku sebenarnya, ‘kan?”“Kalau aku diberi kesempatan ikut ujian sekali lagi, aku pasti bisa masuk universitas!”Rupanya…Dia masih belum tahu kalau pena yang digunakannya adalah pena bertinta menghilang.Dia masih mengira kegagalannya murni karena hasil ujiannya yang buruk.Aku mundur beberapa langkah.Wajahku tetap data

  • Ketika Cinta Tinggal Kenangan   Bab 7

    Mendengar keributan itu, ayah dan ibu segera menghampiriku.Mereka langsung mengajakku pergi sambil melindungiku.“Ma… mulai sekarang kita nggak usah berhubungan lagi sama keluarga Mika.”“Kita sudah tulus memperlakukan orang dengan baik. Siapa sangka suatu hari mereka justru akan berbalik menggigit kita.”“Terus satu lagi… mantan sahabatku, Adam. Kalau nanti Mama lihat dia datang ke rumah, usir saja pakai sapu.”Ibu tahu aku sedang berselisih dengan mereka.…Undangan pesta syukuran masuk universitas dibagikan ke mana-mana.Bahkan sekuriti di gerbang kompleks pun kami undang.Hanya Mika dan Adam yang tidak.Semua temanku yang datang juga tahu mereka berdua hanya memperoleh nilai dua ratus sekian pada ujian masuk perguruan tinggi.Mereka cukup tahu diri untuk tak menyebut nama keduanya di hadapanku.Namun, setelah pesta syukuran usai dan semua tamu sudah kuantar pulang...Mika, yang seharusnya sedang mengikuti kelas persiapan ujian, tiba-tiba datang.Di pelukannya tergenggam setangkai

  • Ketika Cinta Tinggal Kenangan   Bab 6

    Kabarnya, Mika sudah mendatangi panitia di pusat ujian untuk mengajukan pemeriksaan ulang hasil ujiannya.Nilainya dipastikan tak bermasalah, dan lembar jawabannya juga tak pernah tertukar.Pada akhirnya, Mika memutuskan mengulang ujian tahun depan.Dia bahkan tak mengisi formulir pilihan universitas.Sebenarnya, aku ingin menyapa Om Juna dan Tante Mona.Namun aku khawatir mereka akan mengira aku sengaja datang untuk pamer.Karena itu, aku hanya mempercepat langkahku dengan canggung.Saat melewati Mika, tiba-tiba dia meraih pergelangan tanganku.“Raf… aku mau bicara.”Karena kedua orang tua kami ada di sana, aku tak ingin mempermalukannya.Mika menarikku ke bawah pohon beringin di area kompleks apartemen.Ayah dan ibu berdiri tak jauh dari sana sambil melambaikan tangan.“Rafel, kami tunggu di sini, ya.”Mika menatapku dengan sorot mata yang rumit.“Adam juga cuma dapat nilai dua ratus sekian di ujian masuk perguruan tinggi.”“Oh ya? Berarti nilai kalian berdua cukup serasi.”“Kalian b

  • Ketika Cinta Tinggal Kenangan   Bab 5

    “Apa?”Mika mundur beberapa langkah, dia pun terkejut.“Nggak mungkin!”Aku terkekeh sinis.“Loh, kok nggak mungkin? Coba jelasin. Nggak mungkinnya di mana?”Sejak hari pertama masuk SMA, aku selalu mempertahankan peringkat pertama antar sekolah.Bahkan para guru pernah berkata, selama performaku di ujian masuk perguruan tinggi tetap stabil, aku pasti bisa diterima di Universitas Kahyangan.“Atau... kamu kecewa karena Adam gagal jadi juara satu tingkat kota?”Wajah Mika seketika memucat.Dia buru-buru menggeleng.“Bukan itu maksudku, Raf.”“Aku nggak peduli apa maksudmu. Cepat minggir! Kamu menghalangi jalanku. Aku mau buang sampah.”Aku menepis tangannya lalu berbalik menuruni tangga.Mungkin karena terlalu ingin segera pulang untuk mengecek hasil ujian masuk perguruan tinggi, Mika tak lagi mengejarku ataupun mencoba menggangguku.Malam harinya, grup kelas mulai ramai.[Rafael, aku lihat kamu masuk berita!][Selamat, ya! Juara satu tingkat kota!][Nanti aku bisa bilang kalau dulu pern

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status