Short
Ketika Cinta Tinggal Kenangan

Ketika Cinta Tinggal Kenangan

Oleh:  FeliTamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10Bab
99Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Sehari sebelum ujian masuk perguruan tinggi, aku sengaja merekam sebuah video. Isinya adalah percakapan antara diriku sepuluh tahun lalu dengan diriku sepuluh tahun kemudian. Siapa sangka… Video itu benar-benar terhubung dengan diriku di masa depan. “Apa aku berhasil masuk program sarjana-magister terpadu di Universitas Kahyangan?” “Adam Lewis masih jadi sahabat terbaikku, ‘kan? Meski sifatnya menyebalkan, selain aku, memangnya ada orang lain yang mau memperlakukannya setulus ini?” “Kalau semuanya berjalan lancar, sekarang aku pasti sudah lulus S2.” “Aku juga pasti sudah menjalani kisah cinta dari bangku kuliah sampai ke pelaminan bersama Mika Damyong, ‘kan?” “Mungkin saja… kami bahkan sudah punya anak yang lucu.” “Aku sudah menyiapkan namanya sejak lama.” Aku membayangkan masa depan dengan penuh semangat. Namun, saat diriku sepuluh tahun kemudian mendengar nama Mika, emosiku langsung meledak. “Mika sengaja menyiapkan pena bertinta menghilang untukmu supaya Adam jadi juara umum tingkat kota!” “Kamu gagal masuk Universitas Kahyangan dan terpaksa mengulang ujian setahun kemudian!” “Di depanmu, Mika berpura-pura sedih.” “Dia bahkan setuju menjalani hubungan jarak jauh denganmu.” “Tapi begitu di kampus, dia justru terang-terangan berpacaran dengan Adam” “Mereka menjadi pasangan serasi yang membuat semua orang iri.” “Rafael Mananta…” “Kamu benar-benar bodoh!” “Kamu sudah diselingkuhi…” “Masih saja berterima kasih sama Adam karena sudah menjaga pacarmu!”

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1

Tepat pada saat itu…

Sambungan video tiba-tiba terputus.

Aku menatap diriku sendiri di layar, rasanya sulit dipercaya.

Untuk sesaat, aku bahkan mengira semua yang baru saja terjadi hanyalah halusinasi.

Bagaimanapun…

Aku dan Mika adalah teman masa kecil.

Kami tumbuh bersama.

Sejak kecil, kami sudah berjanji akan masuk Universitas Kahyangan bersama.

Saat pikiranku masih tenggelam dalam lamunan, tiba-tiba Mika menepuk bahuku dari belakang.

“Eh, Raf.”

“Besok ujian masuk, masa kamu nggak belajar, malah bengong sendirian di sini?”

“Kalau nanti gagal masuk Universitas Kahyangan, jangan diam-diam nangis di balik selimut tengah malam, loh.”

“Siapa juga yang nangis!” balasku sambil mendongak.

Sulit dipercaya.

Gadis polos dan ceria yang ada di hadapanku ini…

Adalah sosok yang disebut oleh diriku sepuluh tahun kemudian.

Gadis yang kelak akan berselingkuh dengan sahabatku sendiri.

Pada akhirnya aku hanya menertawakan diriku sendiri dalam hati.

Belum juga masuk ruang ujian, pikiranku sudah kacau karena terlalu gugup.

Namun, baru saja aku kembali ke kelas dan duduk di bangkuku, Mika tiba-tiba meletakkan sebuah kotak alat tulis di atas meja.

“Aku tahu kamu orangnya ceroboh. Pasti belum siapkan perlengkapan ujian, ‘kan? Nih, semuanya sudah kusiapkan.”

“Masukkan kartu peserta ujianmu ke dalam sini. Besok tinggal langsung dibawa ke ruang ujian.”

“Kali ini aku juga menyiapkan satu buat Adam. Kamu nggak boleh lagi membagi barang yang kuberikan kepadamu!”

Sambil berkata begitu, dia meletakkan sebuah kotak lain yang bentuknya sama persis di meja sebelah.

Senyum di wajahnya tiba-tiba membeku.

Mika menatapku dengan bingung.

“Kamu kenapa, Raf? Kok lihat aku seperti itu?”

Aku menggeleng.

Memaksakan diriku tetap tenang.

Begitu Mika pergi, aku langsung mengambil salah satu pena dari dalam kotak itu.

Aku menuliskan beberapa kata.

Dua jam kemudian…

Tulisan itu menghilang tanpa meninggalkan jejak sedikit pun.

Aku mengambil pena yang lain.

Hasilnya…

Tetap sama.

Tak pernah terlintas dalam benakku...

Mika benar-benar memberiku dua pena bertinta menghilang.

Kalau begitu...

Semua yang dikatakan oleh diriku sepuluh tahun kemudian…

Adalah kenyataan.

Aku menoleh ke arah bangku Mika dan Adam yang sedang kosong.

Dengan cepat, aku menukar pena bertinta menghilang milikku dengan pena yang ada di dalam kotak mereka.

Benar saja.

Pena yang disiapkan Mika untuk dirinya sendiri dan Adam adalah pena biasa.

Tubuhku gemetar karena marah.

Rasanya ingin sekali melemparkan pena itu tepat ke wajahnya.

Lalu bertanya…

Kenapa dia tega menghancurkan hidupku seperti ini.

Dengan susah payah, aku berhasil menekan amarah yang bergolak di dalam dada.

Keesokan harinya.

Sebelum memasuki ruang ujian, Mika sengaja memeriksa kotak alat tulis yang kubawa.

“Kita pakai pena yang sama. Pasti kita bisa masuk Universitas Kahyangan bersama!”

Aku tersenyum.

Namun senyum itu tak sampai ke mataku.

Aku sengaja bertanya balik.

“Oh ya? Kamu juga kasih pena yang sama ke Adam, ‘kan? Kalau begitu… kamu juga ingin masuk universitas yang sama dengannya?”

Mika terdiam sesaat.

Lalu memukul lenganku pelan.

“Itu juga gara-gara kamu. Apa pun yang kukasih, pasti kamu bagi juga buat dia.”

Adam memang selalu merasa Mika tak pantas bersamaku.

Sebaliknya…

Mika juga menganggap Adam akan membawa pengaruh buruk bagiku.

Keduanya sudah lama saling tak menyukai.

Setiap kali bertemu, mereka pasti saling menyindir.

Aku yang selalu harus menjadi penengah.

Karena itulah…

Tak pernah sekalipun aku meragukan kesetiaan mereka.

Namun, pada akhirnya…

Justru dua orang yang paling kupercaya sepenuh hati itulah...

Yang mengkhianatiku bersama-sama.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
10 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status