"Kalau dipikir-pikir ya, apa sih spesialnya lo?"Erina meracau sendiri seperti orang bloon di depan PC-nya. Pisang di tangan kanannya tinggal setengah, sementara matanya tertuju pada foto profil LinkedIn Akmal. Pria itu memakai jas keren dengan senyum lebar yang sangat jarang diperlihatkan secara langsung."Lo cuma mas-mas biasa yang jutek, sok eksklusif, dan bukan tipe gue banget," gumam Erina sambil menggigit pisangnya. "Tapi ... something about you makes me feel like a dangerous woman."Momen halu Erina mendadak dikacaukan oleh suara pintu yang terbuka. Tangannya bergerak cepat menutup browser, menghilangkan jejak stalking-nya. Xavier masuk dengan wajah sinis memandangnya."Gue mau meeting darurat sama lo, disuruh Bu Berta," kata Xavier sinis."Oh. Duduk deh, Vi," balas Erina santai.Xavier meletakkan ranselnya yang super berat, lalu membenarkan kacamata. "Mengenai rapat kerja tahun ini, Rin. Berhubung lo gak punya divisi, lo jadi penanggung jawab acara. Nanti tim intinya ada gue, l
Last Updated : 2026-07-28 Read more