Home / Romansa / MAS IT & MBAK SECRETARY / Bab 19: Misteri Kotak Makan

Share

Bab 19: Misteri Kotak Makan

last update publish date: 2026-08-06 22:50:44
"Turun ke dapur dari jam lima pagi, masak dengan kemeja kerja tanpa pake celemek. Terus senyum-senyum sendiri waktu nyiapin makanan. Coba kasih tau Papa, siapa laki-laki itu?"

Gadis itu menepuk-nepuk tangannya dengan puas, menutup kotak makan biru muda tersebut. Walau Rudolf bukan ayah kandungnya, berada di dapur yang sama selama bertahun-tahun membuat Erina memiliki kemampuan memasak yang luar biasa. Pagi ini, menyajikan pasta tentu bukan hal biasa jika tanpa ada niat khusus. Makanan ini akan d
TifanyPujiLestari

Waduh panik banget tuh masnya, kira-kira siapa ya yang nyimpen kotak itu? Yuk boleh viralkan serunya cerita ini,rekomendasiin ke temen-temen, kasih vote/bintang/subscribe biar author makin semangat nulisnya.

| Like
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • MAS IT & MBAK SECRETARY   Bab 30: Akmal Punya Rahasia?

    "Saya rasa, ini saatnya bagi kita untuk mulai buat peraturan tegas di kantor soal hubungan percintaan, Bu," tegas Steve membukan pembicaraan di ruang rapat lantai satu.Bu Berta terpaksa hadir di tengah kesibukannya atas permintaan mendesak Steve dan Kia. Ruangan itu terasa bising karena berbatasan langsung dengan area ruko sebelah yang sedang dirombak untuk perluasan kantor.Kia menyodorkan ponsel Samsung S22 Ultra miliknya, menampilkan sebuah rekaman video yang diambil dari jarak jauh saat Family Gathering. Video itu berfokus pada area gelap lapangan, memperlihatkan keakraban Erina dan Akmal di dekat api unggun.Di video itu, Akmal tampak tersenyum sangat tulus, senyum lepas yang tak pernah Bu Berta lihat selama bertahun-tahun mengenal pria itu. Tayangan berlanjut dengan kompilasi foto diam-diam: saat mereka berpegangan tangan di kantin, bergandengan menuju bus, hingga Erina yang tertidur di bahu Akmal.Bu Berta kini yakin sepenuhnya bahwa keponakannya dan karyawan teladannya itu me

  • MAS IT & MBAK SECRETARY   Bab 29: Modus Erina

    "Kamu sengaja bikin PC ini error ya?" tuduh Akmal saat ia berhasil menemukan sumber masalah di komputer Erina.Ia berdiri di ruangan kekasihnya itu seraya mendelik curiga. Tampilan layar komputer Erina yang miring acak-acakan sebenarnya bukan hal sulit untuk diperbaiki oleh Akmal. Namun, akar masalahnya jelas bukan gangguan teknis biasa.Mata Erina mengerjap cepat, kebiasaan khasnya jika tertangkap basah. "Kata siapa? Sembarangan kamu...""Oke, kalau kamu gak mau ngaku, aku tinggal kirim balik sedikit virus ke laptop Nathan," gertak Akmal. "Biar dia ada kerjaan lain selain ngeremote dan ngacak-ngacak PC kantor.""Eh...!" potong Erina cepat, membongkar sendiri rekayasa kecilnya bersama Nathan. "Iya deh, iya! Aku emang sengaja bikin kayak gitu. Habisnya kamu sih! Ini udah dua minggu tau kita gak ngedate. Kamu sibuuuuuuk terus! Tiap minggu selalu pulang ke Tangerang. Katanya mau berbagi waktu sama aku?"Akmal menggaruk kepalanya yang tak gatal, kehabisan kata-kata melihat kelakuan gadis

  • MAS IT & MBAK SECRETARY   Bab 28: Malam Api Unggun

    "Sahabat atau pasangan?" bisik Akmal pada dirinya sendiri.Pertanyaan itu terasa amat berat. Bagi Akmal, jawabannya sangat tergantung situasi. Saat sendiri, hanya sahabat yang menemani. Namun ketika komitmen baru hadir, waktu untuk kawan tentu berkurang karena ada prioritas yang harus diutamakan.Akmal sebenarnya tak tega saat melihat Raya tergopoh-gopoh menghampirinya waktu api unggun dinyalakan. Raya memintanya menemani Kia di villa karena anaknya terus rewel. Namun, Akmal tak bisa mengiyakannya. Selain memiliki janji dengan Erina, keberadaan Fiki suami Kia harus sangat ia hormati.Akmal duduk di posisi paling ujung lapangan, memegang rokok yang menyisa ujungnya. Dari posisinya, ia menyaksikan Fiki menggenjreng gitar akustik membawakan lagu 'Tak Segampang Itu' bersama band-nya. Insting Akmal membuatnya menengok ke kiri. Erina tampak berjalan riang menghampirinya dengan atasan kemeja flowy dan celana putih. Akmal buru-buru mengelap permukaan rumput dengan tangannya agar Erina tak me

  • MAS IT & MBAK SECRETARY   Bab 27: Curhat Kakak Beradik

    "AAA!"Erina berteriak kegirangan sembari menutup mulutnya rapat-rapat di dalam kamar mandi.Beberapa jam terakhir terasa bagai mimpi indah. Sensasi melayang dan bayangan pelangi seakan tak mau hilang dari pandangannya. Usai berendam di bathtub berbusa merah muda wangi bunga, barulah kesadarannya pulih utuh.Jadi, semua ini nyata? Akmal benar-benar sudah resmi menjadi miliknya?Erina buru-buru membilas tubuhnya di bawah shower. Ia memilih memakai piyama satin putih, lengkap dengan skincare, maskara, dan

  • MAS IT & MBAK SECRETARY   Bab 26: Cinta Ditengah Sawah

    "Selamat sore para karyawan dan karyawati PT Ang Siwa Pintar Indonesia!" Rendy Kharisma, pria bertubuh gempal sang MC acara, menyambut lebih dari lima puluh peserta family gathering yang duduk di rumput empuk."Saya senang sekali bisa hadir di sini, bertemu rekan-rekan yang luar biasa bersemangat. Ya iyalah semangat, masa liburan gak semangat sih?" lanjut Rendy disambut sorakan tunggal Steve yang membuat semua orang tertawa."Nah, yang suaranya paling kencang biasanya tekanan kerjanya paling berat. Betul gak, Pak?" goda Rendy. Steve kembali berseru menyetujui, memancing gelak tawa untuk kedua kalinya.Rendy lantas membacakan susunan acara sore hingga malam nanti: pembukaan, game anak, game kekompakan, istirahat, lalu dilanjutkan pengumuman hadiah, penampilan band Bridgewall, api unggun, dan makan bersama. Ia juga mengingatkan peserta yang memiliki kendala fisik untuk melapor ke staf bertopi atau berkaos putih."Siap semuanya?" seru Rendy memandu. Jawaban serentak mengudara di area ter

  • MAS IT & MBAK SECRETARY   Bab 25: Lembang We're In Love

    "Mas Akmal? Tidur?"Ridwan menyenggol lutut Akmal dengan lututnya."Gak," sahut Akmal singkat sambil menggulir layar ponselnya sampai ke bagian bio Instagram Erina. Highlight di instastory-nya kosong.Bus family gathering Ang Siwa Learning Center sudah masuk area pegunungan.Jalanan berkelok, pepohonan rimbun, dan sawah membentang luas membuat Akmal mual. Pura-pura tidur pun tak membuatnya berhasil tidur betulan.Apalagi dia harus duduk di kursi bus paling pojok kanan. Nasib lajang, bus depan dipenuhi karyawan yang membawa keluarga. Nyanyian karaoke ibu-ibu bersahutan dengan tangis bayi. Harapan Akmal duduk di samping Erina pupus karena Nathan yang dipaksa ikut Pak Rudolf takut mabuk dan memilih duduk bersama Jessica, adik Xavier. Sementara Xavier dan Erina di tiga bangku depan tampak membuang muka sepanjang jalan.Sambil memeluk perut dengan bantal Arsenal milik Ridwan, Akmal membuka maps di ponselnya. Masih ada empat puluh lima menit lagi menuju villa di atas gunung. Semakin meliha

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status